Friday, 25 April 2008

Bayangmu

Deru hatiku kini kembali gelora
Semenjak mataku tangkap sinar wajahmu
Meski ku tak sempat kenal namamu
Namun hatiku telah terisi akan bayangmu

Thursday, 24 April 2008

Untuk Jiwa Yang Limbung

Duhai jiwa yang tengah limbung karena cinta
Wahai sukma yang kini merana akibat cinta
Walau tak sadar bahwa kau tengah jatuh cinta
Meski tak yakin, apakah sungguh dia yang pantas kau cinta

Bila kau tak yakin akan cintanya,
Mengapa kau rela terus merana dengan mengingatnya?
Untuk apa kau masih saja menangis seolah mengemis cintanya?
Dan membutakan mata dan menutup pintu hati untuk selainnya?

Biarkan ku berujar padamu
Izinkan ku bisikkan Nasihatku untukmu
Semoga hatimu tak lagi gelisah
Agar jiwamu tak perlu lagi merana

Dengarkan lafadzku ini, 'dia adalah tokoh khayal tanpa sosok yang takkan pernah menjadi nyata'
Usahlah kau hiraukan lagi setiap kata-katanya
sebab suaranya bukanlah kicauan burung yang indah mempesona
Melainkan lolongan srigala yang tak pernah memusingkan para pengembara...

Thursday, 22 November 2007

HUJAN

Gemercik hujan dimalam ini
Terdengar indah mengalun merdu
Seakan air menderu syahdu
Haturkan tasbih penuh puji pada Dzat Yang Maha Suci

Semoga hujan dimalan ini..
Adalah alamat akan datangnya Rahmat
Bukanlah alamat datangnya la’nat
Untuk penduduk negeri, yang masih saja gemar ma’siat

Ketika Hujan luapkan air sebabkan banjir
Usahlah marah, tudingkan jari, lontarkan murka
Karena air lebih berhak murka pada manusia
Lihatlah sungai, tengoklah sampah tinggi menggunung, rampas tempatnya

Allah, turunkan air dengan ukuran
Namun ingatlah, bahwa Dia pernah bukakan pintu-pintu langit curahkan air
Musnahkan seluruh manusia ingkar, enggan patuh tunduk pada-Nya
Moga air tidak berubah menjadi bencana

-….dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu Mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, Padahal kamu mengetahui. (Q.S 2:22)-
-Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, Maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya (Q.S 13:17)-
-Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, Maka bertemu- lah air-air itu untuk suatu urusan yang sungguh telah ditetapkan(Q.S 54:11-12)-.

Monday, 3 September 2007

Rindu

Wahai Rindu....
Mengapa kau tak kunjung pergi tinggalkan hati
sedang rembulan kini kembali sabit setelah purnama
dan mentaripun terbit-tenggelam mengganti hari

Wahai Rindu...
Mengapa kau terus bergejolak penuh gelora
sedang ombakpun mulai tenang perlahan pasti
bersama angin yang berhembus pelan dengan sepoinya

Wahai Rindu...
sampai kapankah kau menggelayut malas di langit hati
membawa mendung yang kian pekat kian hari
membuat hari-hariku, bertambah jenuh bersulam sedih

Wahai Rindu...
siapakah insan yang mampu mengusirmu pergi dari ruang hati
adakah sosok yang menjelma manis mendamping diri
menbuat rembulan seolah purnama setiap hari

Sunday, 2 September 2007

Malam ini...

Malam ini, Bulan tak purnama
namun mengapa, mataku masih saja enggan terpejam
apakah nama indahmu sedang bersinar dihatiku
ataukah sinar wajahmu yang sedang membutakan mataku
hingga aku tak perlu lagi memejamkan mata

Tiap detik, ku susun titik-titik tuk sekedar mengukir namamu dalam hatiku
Tiap saat, ku tarik garis dalam anganku agar mampu kulukis indah wajahmu

Tiap hembusan nafasku, adalah bait-bait puisi yang memuat namamu
tiap kedipan mataku, adalah sapuan yang melukis wajahmu
tiap langkahku, adalah ayunan langkah menujumu

Azam...

Seringkali....
Kuatur langkah, ku tata kembali hati dan ku mulai kuatkan azam tuk selalu berada di jalan-Mu
Namun seringkali pula...
Langkahku terhenti, hatiku berpaling dan azamku melemah seiring berjalanan waktu yang ku tempuh

Rabbi, aku sadar...
Tanpa kemaua kuatku, ku takkan mampu mendapatkan apa yang ku citakan
namun ya Rabb..
Kuatkan azamku, pelihara hatiku, dan tuntunlah langakahku

Karena, aku hanyalah seorang hamba yang lemah
ku masih bangga dengan dosa-dosaku.
ku masih cinta pada kejahilan
dan masih ku terpesona dengan keni'matan dunia yang semu dan menipu

Oh Robbi...
Tunjukan aku cara mencinta dan mendapatkan cinta dari-Mu
meraih keredaan-Mu dan redha dengan segala keputusan-Mu
sehingga akan mudah bagiku dalam menenmpuh jalan menuju-Mu

Oh Robbi....

Cinta, Kasih dan Sayang-Mu

Bila hati yang ku lalui tanpa ada goresan kasih-Mu...
Tak mungkin dapat ku ni'mati indahnya matahari...
tanpa ku fahami kedalaman cinta-Mu...
Takkan pernah dapat ku rasakan indah hidup bersama-Mu..

Memang....
Terkadang ku abaikan begitu saja cinta-Mu..
atau justru ku menuduh-Mu hendak mencelakakan aku dengan bermacam ujian cinta-Mu..
tanpa ku sadari bahwa aku telah menjerumuskan diri sendiri menuju murka-Mu...
atau bahkan, aku seringkali meminta Engakau membenciku..
dan meninggalkan diriku dari bimbingan bimbingan sayang-Mu...

Walau akhirnya, aku sadar...
bahwa aku hanyalah seorang yang lemah, hina, dan tak berdaya....
tanpa cinta, kasih dan sayang-Mu...

Aku mulai faham...
Ujian yang Kau berikan adalah agar aku pantas...
menerima kadar cinta yang lebih besar dari-Mu....


-peraduan, 20 mei 2007-